Senin, 16 Maret 2015

Chocolate no Valentine

Shifa mengaduk coklat cair didepannya dan mulai mencetak adonan yang lembek berwarna coklat tersebut ke dalam cetakan berbentuk hati. Ini pertama kalinya ia memasak coklat untuk seseorang bahkan coklat itu adalah coklat valentine pertama selama hidupnya. Ia membungkusnya dalam kotak berwarna pink , sepertinya ia benar-benar dimabuk cinta. Seorang teman lama menyuruhnya memberikan coklat pada hari spesial ini.
" lis.... lilis"panggil Shifa pada salah seorang santri di depan rumahnya.
"iya neng Shifa, ada apa ya?" tanya Lilis pada anak pemilik pesantren yang berdiri di depannya.
"kakakmu katanya ada di pondok ihwan ya, titip ini ya tolong kasihkan akh Anas"suruh shifa sembari mengulurkan kotak pink ke tangan Lilis.
"tapi neng kalau ketahuan ummi neng shifa gimana?bisa dihukum nanti"sergah Lilis tapi Shifa terus memaksa dan membuat Lilis enggan menolak.
Shifa tak melakukan zina atau hal-hal yang menurutnya berdosa, ia hanya ingin mengekspresikan cintanya yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata atau tulisan. Ia berharap pemuda calon suaminya itu membalas coklatnya walaupun hanya berupa ucapan terima kasih.
30 menit berlalu Lilis kembali menghadap gadis berkulit putih yang duduk diteras rumah.
"lis apa kata akh anas tadi?"tanya Shifa penuh harap,"kenapa coklatnya kamu bawa lagi"tambah shifa ketika melihat kotak pink tersebut digenggam Lilis. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya hanya ketakutan memenuhi paras Lilis.  Tak perlu waktu lama  untuk menemukan jawaban karena rupanya ibu Shifa muncul dibelakang Lilis. Pastinya wanita setengah baya yang kerap dipanggil ummi aminah ini telah memergoki Lilis ketika hendak ke pondok ihwan. Ummi aminah memandang anak gadisnya yang mendengus kesal kepadanya, tak berniat mendengar tanggapan umminya shifa segera menyambar coklat dari tangan lilis dan menuju pintu kamar berwarna merah itu.

Senin, 02 Maret 2015

Blood

Bumi hidup dengan damai meski berbeda. Ketika manusia hidup diatas tanah para penyihir menikmati hidup mereka diatas langit dan para vampir menjaga keseimbangan dunia di bawah tanah. Namun suatu hari para vampir itu tak tahan dengan bau darah manusia dan mulai menyerang mereka satu per satu sementara para penyihir hanya diam melihat mereka dimangsa. Suatu ketika seorang manusia mengetahui jalan menuju langit dan terdengar kabar bahwa ia telah menculik seorang pangeran dari negeri langit tersebut serta membawanya ke bumi, bayi itu menjadi jaminan untuk manusia bertahan hidup. “wow!!kau bisa melakukannya lagi Al”
“hei ini bukan tontonan Eli, ada yang aneh padaku. Kenapa aku bisa menciptakan api dari tanganku atau mengubah benda jadi es?”
“Apa ini sihir?aku kira cerita tentang para penyihir itu telah punah ketika mereka berperang dengan para vampir ratusan tahun yang lalu. Apa kau telah memberitahukan orang tuamu?”tanya Eli padaku yang kubalas gelengan kepala.

Indonesia ,I catch you

Aku memasukan kaleng-kaleng gudeg dan rendang ke dalam koperku, paspor juga tiket pesawat kudesakkan ke dalam tas kecil yang  melingkar di pundak. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan pak Ujang telah mendemoku dengan suara mobil tanda kami akan segera berangkat menuju bandara Internasional Soekarno Hatta.tok..tok..tok
“iya yah, 5 menit lagi Ira turun”jawabku tanpa menunggu jawaban siapa yang mengetuk pintu. Di mobil, ayah sudah sibuk dengan notebook yang dipangkunya dan aku hanya cengengesan ketika beliau menatapku sembari menunjuk jam yang dikenakannya.
“kamu bawa apa ??kok lama banget bukannya dari kemaren udah prepare?”tanya ayah tanpa mengalihkan pandangan dari notebook berwarna putih miliknya.
“tadi baru masukin gudeg dan rendang ke koper ntar kangen pengen balik ke Indo lagi gara-gara masakan Indonesia. Aku kan sensitif kalau udah masalah lidah yah”balasku  .
         10 hari ke depan ayah harus pergi ke daerah Gangnam untuk mengkaji proyek disana dan serasa ada durian runtuh aku diperbolehkan menemani beliau mumpung masa liburan.  Rencananya kami akan tinggal di rumah tante Nana kawan lama ayah yang telah lama tinggal di negeri itu sejak umurku masih 12 tahun. 8 jam kami berada di udara dan akhirnya bisa mendarat di bandara Incheon sekitar pukul 23.30. Untung negeri ini dalam musim panas bisa mati kalau sampai musim dingin. Jetlag membuatku langsung terlelap di atas kasur dan tak memperdulikan suara apapun, kututupi seluruh badanku dengan selimut lalu dengan tenangnya mata inipun terpejam. Baru memejamkan mata beberapa menit aku merasa ada seseorang disampingku, kubuka selimutku beberapa senti dan mulai berbalik ke belakang.
“aaaaargh…”teriakku yang membuat seseorang di depanku bangun dan terloncat dari tempat tidur”siapa kamu?dasar cowok mesum!!!ngapain juga malam-malam masuk kamar orang mana gak pakai baju lagi. Dasar gak tahu diri…keluar!!”

Ketika Hujan

Bulir bulir air itu jatuh begitu saja, sudah tak kuhiraukan bahwa aku seorang lelaki yang pantang untuk menangis didepan publik seperti ini. Aku hanya sesegukan menahan tangisku yang semakin membuncah tak terkontrol lagi. Kenapa aku harus menangis ketika dia sekarang tersenyum padaku, kenapa aku harus menangis ketika semua orang hadir disini untuk melihat kami berdua dan mengapa aku harus menangis ketika hari ini aku punya waktu hanya untuknya.
“Bian, ayo nak sudah waktunya kita pergi! Liana tak akan kembali, percuma kau menghabiskan waktumu disini .Ayo nak sudah waktunya kita pulang”pinta ibu Liana namun mataku masih saja tertuju pada batu nisan hitam bertuliskan nama Liliana Sudirja.
“Ayo nak sudahlah”elusan tangan wanita setengah baya tersebut tak mampu memendam kepedihan yang telah terlanjur tertanam.
“Jangan terlalu larut Bian!datanglah ke rumah nak kapanpun kau mau, rumah kami selalu terbuka lebar untukmu”tawarnya yang aku balas pelukan hangat kemudian ia pun berpamitan pergi.  Aku menengadah menatapi langit yang mulai mendung tertutup awan-awan kelabu seakan-akan bumi juga ikut bersedih bersamaku. Argh kenapa ini harus terjadi padaku lagi, haruskah aku juga ikut mati agar Kau puas pikirku. Tuhan selalu tak ingin aku bahagia, dulu ketika aku berumur 5 tahun Dia mengambil ayahku tanpa kutahu wajahnya dan ketika aku berumur 10 tahun Tuhan juga mengambil ibu dan kakakku. Kini dia mengambil tunanganku yang  baru 3 tahun bersama.
“Kenapa tak Kau bunuh aku sekalian!!semua orang bilang aku tak boleh mencercaMu , semua membelaMu dan kini tak ada seorangpun yang berdiri dibelakangku. Aku sudah muak dengan permainanMu Tuhan, sebaiknya kita bertemu langsung saja agar Kau puas”amukku memandang langit yang telah menghitam. Gluduk…

Satu Rindu Dua Cerita

"Dwi sebentar lagi tanggal 22 Desember"ucap kusa padaku yang tak mengalihkan pandangannya pada seorang wanita yang asik bermain ayunan dengan putrinya.
"lalu?"tanyaku menatapnya.
"kau pasti akan ke makam ibumu hari itu kan! Lalu aku?kemana sebaiknya aku harus pergi untuk melihatnya?"tanyanya memandangku. Kebisuan yang menjawab pertanyaannya, ingin ku balas bahwa aku memiliki rasa yang sama dengannya menekankan bahwa aku juga tak bisa melihat sosok wanita yang kami rindukan itu tapi faktanya kami berbeda cerita. Meski ibuku tlah pergi sejak aku masih berumur 7 tahun namun ia jelas kepergiannya dan aku masih bisa mengenangnya lewat foto yang terpajang di rumahku tapi tidak untuk kusa. Ibu, itulah yang membuat kami menjadi  seperti saudara.
"kau bisa memiliki ibuku jika kau mau"kataku yang membuat gadis berkaca mata didepanku ini mengerutkan dahinya. Kami memang selalu berbagi, bagiku berbagi seorang ibu tak akan jadi masalah bahkan ibu yang ada di surga sana pastinya senang jika aku memiliki saudara. Bukankah dalam Al qur'an juga ditulis bahwa setiap muslim itu adalah bersaudara maka, Tuhan jika aku ini seorang muslim dihadapan-Mu, saudarakanlah kami.

Sabtu, 03 Mei 2014

seleksi PPAN JATIM tahap wawancara

hay hoi hey.....
lama gak nulis blog, postingan kali ini kita bakal bahas masalan PPAN JATIM yakni seleksi pertukaran pelajar dimana kita jadi ambassador dari Indonesia alias duta besar cilik indonesia atau representatif pemuda pemudi indonesia untuk negara asing. aku baru ikut ini  bulan maret dan seleksi bulan april lalu. baru pertama kali kok aku ikut namun Alhamdulillah masuk 70 besar aja atau 35 besar seleksi cewek. kemaren itu pertama kalinya aku daftar, gak nyangka bisa masuk?? karena adik tingkatku yang dulu punya prestasi nasional masuk cadangan terlebih aku yang gak punya prestasi nasional satupun.

pertama kali daftar dapet rangking 13 dari 110 kandidat...amazing brooo sis

aku awalnya gak tahu kalau aku masuk kandidat karena memang aku pasrah aja lawong yang aku masukin waktu daftar untuk seleksi cuman pendaftaran jaket wayang yang buat HAKI itu, surat rekomendasi jadi volunteer di griya baca, rekomendasi dari FPED, sama sertifikat I m the winner yang dari FPED dan panitia beberapa acara dulu itu...kenapa  aku bilang amazing karena kebanyakan yang daftar itu dari universitas negeri sekelas UI, UGM, ITB, UNAIR dan kawan-kawannya. minder?jelas lah dulu aku kan gagal masuk universitas mereka jadi dipikiranku mereka jauh lebih pintar dibanding aku yang imut ini hahahahha

selalu rendah hati dan jaga almamater UMM

Minggu, 19 Januari 2014

contoh lkti

         saya memang bukan mahasiswa yang cerdas namun cuman rata-rata kepo. kepo pngen eksis dimana-mana dan bukannya tanpa alasan untuk sekedar eksis saja. dulu saya pernah ditanya kira-kira ketika saya sudah mati apakah ada yang mengenal saya jika saya masih menjadi gadis biasa yang tak memiliki apa-apa untuk dikenang. dari pemikiran sederhana itu munculah ide untuk eksis dan salah satu caranya melalui tulisan.
         terima kasih banget dengan temen-temen seperjuangan meski kita gagal ya gak papalah yang penting udah tahu rasanya presentasi didepan juri and ngeksis dikit, duduk dengan anak-anak pinter hingga disangoni wis syukur alhamdulilah ya to. oleh sebab itu kemaren saya nyoba kirim lkti kedua saya gak tahunya lolos 10 besar jawa bali ya lumayan bisa keliling pakai bus kampus meski gak fokus karena tersandung masalah.
ini ada contoh lkti ya lumayan lktinya bisa jadi referensi buat sederek sekalian nggeh.klik ini